Pendekatan Mendalam dalam Pembelajaran Teks Drama di SMK


Pendekatan pembelajaran mendalam untuk membelajarkan teks drama atau skenario harus mempertimbangkan konteks vokasional siswa, keterampilan abad ke-21, serta penguatan literasi dan karakter. Berikut pendekatan yang tepat, terstruktur dalam pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach):

🔑 Ciri Pembelajaran Mendalam

Fokus pada pemahaman konsep mendalam, bukan hafalan.

Mengaitkan pembelajaran dengan dunia nyata dan pengalaman siswa.

Mendorong berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi.

Menghasilkan karya nyata (authentic product).

✅ Pendekatan Terpadu yang Disarankan: "Project-Based Learning (PjBL) berbasis Drama"

📚 Tahap 1: Eksplorasi dan Pemahaman Konteks

Tujuan: Siswa memahami struktur, unsur, dan nilai dalam teks drama/skenario.

Kegiatan:

Diskusi: Apa itu drama? Apa peran skenario dalam kehidupan profesional (misalnya dunia broadcasting, film, teater, dll)?

Analisis teks drama: Identifikasi tokoh, dialog, latar, alur, konflik.

Menonton potongan drama (film/TV/teater) lalu mencocokkan dengan teks.

🧠 Tahap 2: Analisis dan Kolaborasi

Tujuan: Mendorong pemikiran kritis dan kerja tim.

Kegiatan:

Siswa dibagi dalam kelompok kecil.

Masing-masing kelompok menganalisis satu teks drama dari aspek struktur dan isi.

Presentasi hasil analisis dan saling memberikan umpan balik (peer review).

🛠️ Tahap 3: Produksi (Puncak Proyek)

Tujuan: Siswa menciptakan karya otentik berdasarkan pemahaman mereka.

Kegiatan:

Menulis skenario drama orisinal atau adaptasi.

Latihan akting, penyutradaraan, dan produksi sederhana.

Pementasan atau rekaman drama (video/teater kelas).

Penilaian oleh guru dan siswa lain (kolaboratif + reflektif).

🪞 Tahap 4: Refleksi dan Evaluasi

Tujuan: Siswa merefleksikan pembelajaran dan mengaitkan dengan kompetensi vokasional.

Kegiatan:

Menulis jurnal refleksi (apa yang mereka pelajari tentang drama dan tentang diri mereka sendiri?).

Diskusi kelas: Bagaimana proses ini membantu keterampilan kerja (komunikasi, kerja tim, kreativitas)?

🎯 Mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam

Aspek & Penjelasan

Kognitif

Memahami struktur drama, menulis skenario, menganalisis unsur teks.

Afektif

Empati melalui peran, penghargaan terhadap karya sastra dan sesama.

Psikomotorik

Memproduksi drama (bermain peran, menyusun naskah, menyunting).

Nilai/karakter

Tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, disiplin.

🔧 Tools & Media Pendukung

Video drama/teater dari YouTube atau perpustakaan digital.

LMS/Google Classroom untuk kolaborasi daring.

Aplikasi sederhana seperti Canva (untuk poster pementasan), atau CapCut untuk pengeditan video drama.

📌 Catatan 

Karena siswa SMK diarahkan untuk siap kerja, maka:

Kaitkan dengan jurusan mereka: misalnya siswa jurusan Multimedia bisa membuat video skenario; jurusan Tata Busana bisa mendesain kostum drama.

Kolaborasi lintas jurusan sangat disarankan untuk memperkaya proses dan hasil pembelajaran.

Ilustrasi: gramedia

Komentar