Mengapa Kebosanan & Stuck Berpikir Kerap Datang?


Pernahkah merasakan stuck dalam berpikir? Atau merasa jenuh terhadap rutinitas tertentu?Setiap manusia pasti tidak jarang merasakan hal serupa. Aktivitas yang sama cenderung membentuk pribadi autopilot jika tidak didasarkan pada pemahaman dan hakikat pelaksanaan sebuah pekerjaan.

Mari kita bahas dari perspektif psikologi:

🔄 1. Otak Butuh Variasi & Tantangan

Manusia secara alami suka akan variasi dan tantangan. Ketika rutinitas menjadi terlalu monoton atau tugas terlalu mudah/berulang, otak kita tidak mendapat stimulasi yang cukup. Inilah yang memicu rasa bosan.

> ⚠️ Contoh: Pekerjaan yang sama setiap hari tanpa perkembangan atau tantangan baru bisa membuatmu merasa seperti berjalan di tempat.

🧠 2. Overthinking & Mental Fatigue

Rasa stuck dalam berpikir sering kali datang dari kelelahan mental atau overthinking. Saat otak dipaksa terus bekerja tanpa jeda atau terjebak dalam pola pikir yang sama, kemampuan berpikir kreatif dan reflektif bisa terganggu.

> 🔁 Contoh: Ketika kamu mencoba menyelesaikan masalah dengan cara yang sama berulang kali, tapi tidak berhasil — itu bisa menyebabkan frustrasi dan rasa macet.

🧍‍♂️3. Tidak Terhubung dengan Makna atau Tujuan

Kebosanan dan rasa stuck juga bisa muncul saat kita kehilangan arah atau makna dalam aktivitas yang kita lakukan. Kita butuh merasa bahwa yang kita kerjakan berarti, atau selaras dengan nilai-nilai pribadi.

> ❓Pertanyaan reflektif: “Untuk apa aku melakukan ini?” Jika tidak ada jawaban yang memuaskan, motivasi bisa hilang.

⚖️ 4. Ketidakseimbangan Emosi & Kebutuhan

Kadang rasa stuck muncul karena ada emosi yang tertekan, atau kebutuhan pribadi yang diabaikan, seperti kebutuhan untuk istirahat, koneksi sosial, atau ekspresi diri.

> 🧘‍♂️ Contoh: Terlalu fokus pada produktivitas tanpa jeda bisa membuatmu kehilangan koneksi dengan diri sendiri.

🛑 5. Perfeksionisme & Ketakutan Akan Kegagalan

Banyak orang merasa stuck bukan karena mereka tidak bisa berpikir, tapi karena mereka takut salah, takut gagal, atau merasa harus sempurna. Ini membuat mereka menahan diri, dan akhirnya seperti tidak bergerak sama sekali.

> 🚧 Contoh: “Aku tidak mau memulai kalau belum yakin hasilnya bagus.”

🔄 Jadi, solusinya apa?

Beberapa pendekatan yang bisa membantu:

Ubah rutinitas atau cari stimulasi baru (belajar hal baru, tantangan baru).

Berikan jeda dan ruang mental (istirahat, meditasi, aktivitas fisik ringan).

Refleksi diri: tanyakan kembali apa yang penting buatmu.

Ekspresikan diri secara kreatif, walau hanya untuk diri sendiri.

Cari dukungan sosial — kadang bicara dengan orang lain bisa membuka perspektif baru.

Ilustrasi: pinterest

Komentar