Asyik Menulis Cerpen


Tentu kita sudah tidak asing dengan cerpen atau cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra berupa prosa naratif yang bersifat fiktif (rekaan) dan berfokus pada satu konflik utama dengan alur yang singkat dan padat.

Berikut ini teknik asyik menulis cerpen yang bisa kamu pakai agar proses menulis terasa menyenangkan dan hasilnya tetap keren:

🌟 1. Mulai dari Hal yang Kamu Kenal

Tulislah cerpen berdasarkan:

Pengalaman pribadi

Cerita teman

Kejadian sehari-hari

📌 Tips: Kadang kisah paling sederhana bisa jadi paling menyentuh, asal kamu jujur dan detail dalam menggambarkannya.

🔍 2. Tentukan Ide Utama dan Tokoh

Sebelum menulis:

Tentukan konflik utama (apa masalahnya?)

Buat tokoh utama yang punya keinginan/tujuan

Tambahkan satu tokoh pendukung atau penantang

📌 Tips: Gunakan nama tokoh yang mudah diingat atau punya makna tersirat.

🧠 3. Gunakan Teknik "What If"

Contoh:

“Bagaimana kalau seorang anak kecil tiba-tiba bisa berbicara dengan kucing liar di pasar?”

Ini memancing imajinasi dan membuka kemungkinan cerita unik.

🎭 4. Tunjukkan, Jangan Ceritakan

Daripada menulis:

> “Dia marah.”

Tulis:

> “Wajahnya memerah, tangan mengepal, dan suaranya naik dua oktaf.”

📌 Tips: Gunakan dialog dan aksi tokoh untuk menghidupkan cerita.

📝 5. Struktur Cerpen 5W + 1H

1. Who – siapa tokohnya

2. What – apa konfliknya

3. When – kapan kejadiannya

4. Where – di mana latarnya

5. Why – mengapa itu terjadi

6. How – bagaimana penyelesaiannya

6. Gunakan Batas Waktu

Tantang dirimu:

Tulis dalam 15–30 menit

Tidak usah terlalu sempurna dulu

Fokus ke alur dan karakter

📌 Tips: Menulis cepat bisa memicu ide liar dan menghindari overthinking.

🎨 7. Bermain Gaya Bahasa

Gunakan:

Metafora/simile: "Matanya secerah langit musim kemarau"

Imaji pancaindra

Kata-kata khas daerah/bahasa gaul secukupnya

📚 8. Baca Cerpen Lain, Tiru Gayanya

Pelajari dari:

Kompasiana

Cerpen Horison

Cerpen penulis seperti Seno Gumira Ajidarma, Clara Ng, atau Eka Kurniawan

💡 9. Akhiri dengan Twist atau Pesan

Bisa sedih, lucu, atau mengejutkan

Tapi usahakan tetap masuk akal

Contoh:

> “Ternyata surat cinta itu ditulis oleh ibunya sendiri…”

Ilustrasi: canva

Komentar