Pengamatan terhadap perilaku belajar murid saat mengikuti pembelajaran teks deskriptif sebagai dasar evaluasi metode dan pendekatan pembelajaran.
Hasil Observasi:
Berdasarkan hasil pengamatan selama dua jam pelajaran, sebagian besar murid menunjukkan antusiasme tinggi saat materi dikaitkan dengan dunia nyata, khususnya topik yang relevan dengan jurusan mereka. Di kelas X Kuliner, misalnya, murid lebih aktif ketika diminta mendeskripsikan makanan tradisional daerah mereka. Sebaliknya, pada saat penugasan bersifat teoritis dan tidak kontekstual, terjadi penurunan fokus dan partisipasi.
Sebanyak 70% murid di kedua kelas lebih responsif terhadap metode pembelajaran yang melibatkan diskusi kelompok, simulasi, dan media visual. Sekitar 20% siswa cenderung pasif dan hanya mencatat tanpa partisipasi verbal, sedangkan 10% tampak kesulitan mengikuti alur pembelajaran karena kurang percaya diri atau belum memahami materi dasar.
Guru juga mencatat bahwa penggunaan bahasa daerah secara spontan dalam diskusi menunjukkan adanya kekayaan budaya lokal yang perlu diakomodasi dalam pembelajaran. Hal ini menjadi peluang untuk memperkuat identitas murid melalui integrasi nilai-nilai lokal ke dalam materi Bahasa Indonesia.
Kesimpulan:
Siswa SMK cenderung lebih aktif dan reflektif saat pembelajaran dikaitkan dengan minat dan lingkungan mereka. Penguatan konteks lokal, pendekatan partisipatif, dan integrasi media interaktif terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
Ilustrasi: pribadi


Komentar
Posting Komentar
Kirim pesan terbaik Anda untuk pengembangan situs ini!