Salat Subuh merupakan ujian keimanan yang paling nyata. Beratnya menjalankan salat ini bukan semata karena waktu yang sangat pagi, tetapi karena ia menuntut perjuangan melawan dua musuh besar: rasa malas dan godaan setan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Setan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan... Jika ia bangun dan menyebut nama Allah, lepas satu ikatan..." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa Subuh adalah waktu genting dalam pertarungan spiritual manusia.
Secara psikologis, manusia memiliki kecenderungan mencari kenyamanan, dan tidur adalah simbol kenyamanan itu. Ketika waktu Subuh tiba, tubuh cenderung lebih memilih melanjutkan tidur daripada bangun untuk berwudu dan bersujud. Ini tantangan keikhlasan dan kedisiplinan.
Padahal, salat Subuh memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: "Dan dirikanlah salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78). Bahkan, dalam hadis disebutkan bahwa siapa yang salat Subuh berjamaah, ia berada dalam jaminan Allah.
Beratnya Subuh adalah tanda bahwa nilai ibadah itu tinggi. Yang ringan biasanya tak bernilai besar. Maka, siapa yang berhasil melewati Subuh, sesungguhnya ia telah memenangkan hari itu. Salat Subuh bukan hanya kewajiban, tapi barometer kecintaan hamba kepada Tuhannya.
Ilustrasi: Chatgpt

Komentar
Posting Komentar
Kirim pesan terbaik Anda untuk pengembangan situs ini!