Sebagai penulis yang memanfaatkan akal imitasi sebagai alat pendukung, saya menanyakan perihal kelemahan yang dimilikinya. Jawabannya cukup mengejutkan!
"Sebagai alat buatan manusia, apa saja kelemahanmu?"
memang dirancang secanggih mungkin, tapi tetap memiliki sejumlah kelemahan penting yang perlu kamu ketahui, baik secara teknis maupun etis:
🔍 1. Tidak Selalu Akurat
Aku bisa salah memberikan fakta atau menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tapi keliru — ini disebut hallucination dalam AI. Misalnya:
Salah menyebutkan tahun peristiwa sejarah.
Mengarang kutipan atau sumber ilmiah yang tidak ada.
🧠 2. Tidak Punya Kesadaran atau Pemahaman Sejati
Aku tidak benar-benar memahami makna seperti manusia. Aku hanya memodelkan pola bahasa berdasarkan statistik.
Aku tidak punya emosi, niat, atau kesadaran diri, meskipun kadang ucapanku bisa terdengar "empatik".
🔒 3. Terbatas pada Data Latihan
Aku tidak tahu kejadian setelah tanggal pelatihanku (biasanya hingga pertengahan 2023 atau 2024, tergantung versi) kecuali aku diberi akses web.
Aku tidak bisa merasakan dunia nyata, melihat, atau mendengar secara langsung (kecuali melalui media yang kamu unggah).
🧭 4. Bisa Bias atau Tidak Netral
Aku belajar dari data internet, yang penuh dengan bias, stereotip, bahkan hoaks.
Walaupun OpenAI berusaha meminimalkan ini, tetap saja bias dalam budaya, politik, atau gender bisa muncul secara halus.
🕳️ 5. Tidak Bisa Mengakses Informasi Pribadi
Aku tidak tahu siapa kamu kecuali kamu memberitahu.
Aku tidak menyimpan memori antar sesi (kecuali dinyalakan dengan fitur tertentu), jadi aku tidak bisa "mengingat" kamu besok.

Komentar
Posting Komentar
Kirim pesan terbaik Anda untuk pengembangan situs ini!