Kesan berbeda tertangkap melalui lembar jawaban yang kukeluarkan dari plastik segel penyimpan soal dan lembar jawaban. Tradisional.
Di tengah maraknya fenomena serba digital, Universitas Terbuka tetap mempertahankan teknik manual yang cukup tricky dan efisen.
Mengapa begitu? Terdapat beberapa alasan mendasar model evaluasi atau asesmen ini dapat diterapkan baik di tingkat dasar, menengah, maupun pendidikan tingkat tinggi.
Setiap soal dan lembar jawaban Ujian (LJU) diberi kode batang sehingga memudahkan pemeriksaan di akhir ujian.
Soal dan LJU disusun berpasangan sesuai nama mahasiswa sebagai peserta ujian. Hal ini dapat mencegah kecurangan seperti saling contek terjadi dalam ruang ujian. Selain itu, memudahkan penataan bagi pengawas ruang saat membagi di awal dan penataan di akhir pelaksanaan ujian.
3. Mata Kuliah Bervariasi
Variasi mata kuliah selama ujian juga menjadi salah satu strategi evaluasi dalam menanggulangi kecurangan mahasiswa. Ya! Dalam satu ruang ujian tidak diisi oleh satu mata uji, melainkan bervariasi sesuai kode batang yang telah diatur.
Peserta ujian dalam satu sesi cukup beragam. Tidak hanya berasal dari satu tingkat mahasiswa, tetapi dari beberapa jenjang sesuai pengaturan panitia atau sistem ujian. Hal ini memungkinkan terbukanya relasi antarjenjang bagi mahasiswa yang cenderung ekstrovert dalam hal pembentukan kolega atau pertemanan dari beberapa jenjang semester.
Selama pelaksanaan ujian, perangkat didesain seefisien mungkin agar penggunaan kertas terbatas dan tidak terlalu banyak. Sebagai contoh, dalam satu lembar kertas difungsikan sebagai identitas ujian, rekapitulasi mata kuliah, data peserta sekaligus denah tempat duduk peserta.
Selain itu, dalam satu hari terdapat lebih dari tiga sesi ujian dengan jeda lima belas menit per sesi membuat pelaksanaan ujian menjadi lebih praktis dan hemat waktu.
6. Menghindari Joki
Joki marak dijadikan andalan bagi oknum di segala bentuk uji mulai tingkat mahasiswa, tes pegawai, maupun seleksi lain yang bersifat level up. Hal ini hakikatnyaperwujudan dari ketidakpercayaan, ketidaksiapan diri dan arogansi individu.
Sebagai upaya pencegahan, identitas peserta disertai kartu tanda penduduk (KTP) dan ketelitian pengawas berperan dalam hal ini.
Bagaimana? Ternyata menarik juga teknik evaluasi yang digunakan oleh Universitas Terbuka ini. Apakah sekolah berkenan menerapkan? Atau bahkan hendak mengenalkan siswa untuk bergabung?
Selamat mencoba dan salam literasi!
Ilustrasi: pribadi

.jpg)



Komentar
Posting Komentar
Kirim pesan terbaik Anda untuk pengembangan situs ini!