Panggung Puisi


Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang baru saja menghelat acara tahunan yang bertajuk Kreasi. Kegiatan yang dikemas, salah satunya adalah lomba baca-tulis puisi yang diikuti siswa sekolah menengah atas skala nasional. 

Kegiatan ini dimulai sejak pagi, registrasi peserta dilanjutkan dengan penulisan puisi yang berlangsung selama enam puluh menit. Waktu bergulir dengan dibaginya momen pembacaan karya selama dua sesi. 

Selama dua sesi pembacaan puisi. Juri menemukan begitu banyakya penulis dan pembaca puisi yang berbakat. Namun puisi yang baik, khususnya dalam sebuah perlombaan tak kan bisa dipisahkan dari tema yang telah ditentuka panitia. Hal ini menjadi pijakan utama seorang juri dalam menilai karya puisi peserta secara tertulis di samping penguasaan panggung, vokal, dan materi puisi itu sendiri. 

Kecuali jika lomba dilakukan secara terpisah antara membaca dan menulis puisi. Maka penilaian secara utuh di masing-masing karya dapat berdiri sendiri untuk menguatkan kompetensi membaca puisi atau menulis puisi dengan produk akhir performansi atau karya puisinya. 

Pada akhirnya seluruh rangkaian selesai, diksi puisi dengan amanat terbaik yang dibawakan dengan ekspresif dan penguasaan panggung yang tepat membawa pengkarya menjadi jawara sore itu. 

Ilustrasi: dokumentasi pribadi

Komentar