Siapa yang tak bisa menulis?
Setiap manusia memiliki kemampuannya sendiri dalam menulis. Sejak zaman prasejarah hingga saat ini, manusia modern membekali dirinya dengan kemampuan tulis menulis. Baik menulis dengan tujuan seni atau sekadar keterampilan menerapkan makna dalam satuan kalimat atau lainnya.
Menulis adalah sebuah kebutuhan manusia. Secara langsung atau tidak, disadari atau tidak disadari, menulis dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikis seseorang.
Berikut beberapa efek positif menulis bagi manusia:
1. Penyalur Bakat
Bagi sebagian orang, menulis merupakan kebutuhan terpendam yang harus dilakukan untuk mewakili rasa dan karsanya untuk menciptakan sesuatu yang bermakna.
Melalui tulisan yang dibuat, ia mampu menstimulus atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang memberikan efek positif bagi pembacanya. Bahkan secara ekstrim, jika tulisan sesorang dalam hal ini bersifat negatif pun akan mempengaruhi orang untuk melakukan hal-hal yang kurang baik.
Namun kita harus mampu membedakannya bukan?
2. Penghindar Stres
Banyak manusia yang mengutarakan perasaannya dalam sebuah tulisan. Konon beberapa penelitian mengungkapkan bahwa dengan menulis, mampu mengurangi tingkat stres yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.
Dengan menulis, seseorang mampu mereduksi kemarahan atau beban pikirannya sehingga ukuran stres dapat menurun atau hilang sama sekali. Bahkan jika saat kondisi stres telah reda, seseorang akan cenderung menertawakan tulisannya dan mengingat kembali kebodohan akibat stres yang ia rasakan.
3. Sumber Penghasilan
Telah banyak dibuktikan oleh para penulis ternama maupun yang baru belajar, bahwa dengan keterampilan menulis mampu mengahsilkan pundi-pundi yang menguntungkan bagi sesorang.
Pemahaman konsep atau bidang tertentu dengan penguasaan pangsa pasar yang tepat akan mampu membidik pembaca yang membutuhkan tulisan ini.
4. Hidayah atau Dosa Orang Lain
Poin terakhir ini perlu kita waspadai. Tidak semua orang memiliki bekal yang sama dalam pengetahuan atau pendidikan. Sehingga kadang salah mengartikan kearifan bahasa dalam sebuah tulisan.
Hidayah atau anugerah seringkali muncul pada sebagian orang merasa tepat dan cocok dengan kondisinya setelah membaca sebuah tulisan, kemudian akan mampu memberi pengaruh positif agar yang bersangkutan dapat menjalani atau bangkit dari keterpurukan dalam hidupnya.
Sebaliknya, kemampuan atau pengetahuan yang kurang dari seseorang kadang juga mengakibatkan kesalahpahaman yang berujung penyesatan makna dalam konteks penerapan hidupnya. Dalam hal ini, penulis seharusnya berhati-hati saat memilih label atau segmen tulisan sekaligus mempertimbangkan, siapa yang akan membaca tulisannya sehingga tidak salah dan merugikan orang lain.
Jadi, menulis itu membawa dampak yang menyenangkan bukan?
Kita bisa saja membawa kebaikan dan keberkahan melalui tulisan-tulisan kita atau dapat menyesatkan orang lain pula.
Salam bahagia dan sehat selalu melalui jalinan kata!
Ilustrasi: pinterest

Get more content writting...
BalasHapus