Biografi Mahfud MD
Nama lengkap
Mohammad Mahfud Mahmodin
Tanggal & Tempat Lahir
13 Mei 1957, Sampang, Madura, Jawa Timur
Orang tua
Ayah: Mahmodin; Ibu: Siti Khadijah
Pendidikan
SD di Waru, Pamekasan; Madrasah dan pesantren diniyah; PGA / PHIN Yogyakarta; S1 Hukum Tata Negara dari UII (1983) dan Sastra Arab di UGM; S2 Ilmu Politik UGM (1989); S3 (Doktor) Hukum Tata Negara UGM (1993)
Karier Akademik
Dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) sejak 1984 . Guru besar, pengajar hukum tata negara. Pernah juga menjadi Pembantu Dekan, Direktur Pascasarjana, dan rektor di beberapa institusi di Yogyakarta / kedekatan akademis lainnya .
Karier Politik/Jabatan Pemerintahan
- Menteri Pertahanan (Presiden Abdurrahman Wahid) sejak Agustus 2000 hingga Juli 2001 <br> - Menteri Hukum dan HAM dalam periode yang sangat singkat setelahnya (2001) <br> - Anggota DPR RI (fraksi PKB) periode 2004-2008 <br> - Hakim Konstitusi serta Ketua Mahkamah Konstitusi (periode 2008‑2013) <br> - Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam Kabinet Indonesia Maju sejak 2019 sampai sekarang (2019‑2024 masa jabatan Presiden Jokowi‑Ma’ruf) <br> - Baru‑baru ini (info per 2023‑2024) mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024
Kehidupan pribadi
Menikah dengan Zaizatun Nihayati sejak 1982; punya tiga anak.
Gebrakan / Prestasi dan Isu‑Penting yang Dikemukakan
Berikut ini beberapa gebrakan, kritik, serta isu yang menonjol dalam kiprah Mahfud MD:
1. Ketua Mahkamah Konstitusi
Sebagai Ketua MK (2008‑2013), Mahfud MD dikenal memperkuat pengawasan konstitusi dan menyuarakan independensi yudisial.
2. Anti‑Korupsi dan Transparansi
Memperkenalkan prinsip bahwa hukum harus menjadi panglima dan menolak hadiah, menolak uang haram (korupsi) sebagai bagian dari integritas pejabat.
Salah satu gebrakannya di era menjabat Menko Polhukam: mengangkat permasalahan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan sebagai isu serius.
3. Penguatan Undang‑Undang dan Reformasi Hukum/Politik
Mendorong revisi UU termasuk dalam bidang militer (seperti UU TNI), dengan catatan bahwa revisi terbaru tidak boleh mengembalikan dwifungsi ABRI yang pernah ada di masa Orde Baru.
Terlibat dalam isu UU Omnibus Law; walau menuai kritik soal prosesnya, ia menekankan bahwa kalau menunggu semua pihak setuju maka tak akan pernah dibuat regulasi yang dianggap penting.
4. Isu HAM, Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan
Dia pernah menyatakan bahwa dalam hukum Indonesia, orang bisa saja dikritik atau dihukum jika keyakinan atau paham yang dianut dianggap melanggar Pancasila, atau jika perilakunya bertentangan dengan nilai dasar konstitusi.
5. Pendidikan dan Aktivisme Akademik
Jadi dosen sejak muda, guru besar cukup cepat; digolongkan sebagai salah satu akademisi yang produktif dalam penulisan ilmiah, artikel di media massa, dan aktif di organisasi masyarakat dan keagamaan.
Menulis beberapa buku, termasuk buku biografi dan buku tentang keadilan dan demokrasi (contoh: Mahfud MD: Bersih dan Membersihkan)
6. Peran sebagai Cawapres
Pada tahun menjelang 2024, Mahfud MD diumumkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Ini adalah langkah terbaru dalam karier politiknya yang sangat matang, karena ia membawa pengalaman dari hampir semua cabang pemerintahan dan sistem hukum.
Mahfud MD dikenal luas dengan berbagai julukan atau sebutan, baik yang diberikan oleh masyarakat, media, maupun pengamat politik karena karakter, integritas, dan rekam jejaknya di bidang hukum dan pemerintahan.
Berikut beberapa julukan populer Mahfud MD:
🔹 "Singa Senayan"
Julukan ini muncul saat Mahfud MD menjabat sebagai anggota DPR RI (2004–2008).
Ia dikenal vokal, berani menyuarakan kebenaran, dan tegas dalam debat, terutama soal isu hukum, HAM, dan konstitusi.
Media dan publik menjulukinya "Singa Senayan" karena keberaniannya mengkritik kebijakan pemerintah dan bersuara lantang di parlemen.
🔹 "Guru Bangsa" (oleh sebagian kalangan akademisi)
Disebut begitu karena Mahfud MD adalah guru besar hukum tata negara, serta sering mengedukasi publik lewat media dan forum ilmiah.
Ia juga kerap dianggap sosok negarawan yang menjunjung etika dan konstitusi.
🔹 "Pendekar Konstitusi"
Julukan ini mengemuka saat Mahfud menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008–2013).
Ia dikenal konsisten dalam menegakkan konstitusi dan melawan intervensi kekuasaan politik terhadap hukum.
Beberapa keputusannya di MK dianggap monumental dan menjaga marwah hukum.
🔹 "Politikus Profesional" / "Politikus Akademis"
Karena Mahfud MD punya karier di tiga dunia sekaligus: akademik, legislatif, dan yudikatif.
Ia tetap menjaga citra sebagai intelektual, tapi juga lihai dan tegas di ranah politik praktis.
🔹 "Orang Madura yang Tegas"
Sebagai tokoh dari Madura, Mahfud MD sering dijadikan simbol ketegasan, integritas, dan kecerdasan dari wilayah tersebut.
Bahkan ia sendiri beberapa kali menyebut bahwa ketegasannya adalah bagian dari karakternya sebagai orang Madura.
Ilustrasi: chatgpt


Komentar
Posting Komentar
Kirim pesan terbaik Anda untuk pengembangan situs ini!